Galeri
Mechandise

Ester Indahyani Jusuf


Monday ,30 November -0001

Ester Indahyani Jusuf. Sosoknya humanis dan berani dengan raut wajah yang keras penuh pergulatan namun dipenuhi senyum pengabdian. Ia seorang perempuan keturunan Cina yang hampir mustahil ditemukan berani tampil ke depan mengangkat masalah yang sering dipandang sebagai isu sensitif. Dewan Juri Yap Thiam Hien Award 2001 memberikan penghargaan kepadanya karena bersangkutan justru tampil ke depan mengangkat masalah diskriminasi terhadap warga keturunan sebagai wacana publik.

Semenjak peristiwa Mei 1998, ia makin melibatkan dirinya dalam perjuangan menghapuskan diskriminasi terhadap warga keturunan. Ester yang ketika kecil bernama Sim Ai Ling, aktif dalam kegiatan advokasi dan pembelaan hukum melalui LBH Jakarta, dan kemudian melalui Solidaritas Nusa Bangsa yang didirikan tahun 1998 bersama-sama kawan-kawan dan almarhum suaminya. Semenjak mahasiswa ia aktif membela kasus-kasus pelanggaran HAM. Semasa kuliah ia telah aktif menulis dan bergiat di Lembaga Kajian Keilmuan dan Majalah Hukum Pembangunan, keduanya di UI.

Tahun 1996 -1997 ia ikut dalam Forum Asia for Human Rights. Tahun 1999 ia mendapat penghargaan Forum for Human Rights. Sejak tahun 2000 menjadi peserta dan mendapat hak untuk berbicara dalam Forum Intervensi di UN Human Rights Commision Geneva. Ia telah menghasilkan sebuah buku berupa Bunga Rampai dengan judul "Jalan Panjang Penghapusan Diskriminasi Rasial". Tahun 2002 ia menjadi Sekretaris Tim Ad Hoc KOMNAS HAM untuk kasus Kerusuhan Mei 1998. Ia juga menjadi salah seorang pendiri dan pengurus Yayasan Kasut Perdamaian.

Saat ini ia masih ketua Pengurus Solidaritas Nusa Bangsa, serta menjadi Ketua Divisi Hukum PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia). Ia juga sebagai pengajar kursus advokat PERADI/APHI. Dalam Sidang tahunan ke 57 Komisi HAM PBB April 2001, ia mengutarakan "..politik dan budaya yang rasis hidup dan diterima sebagai sebuah kewajaran di negeri kita. Konstitusi kita pada pasal 6 dan 26 jelas membedakan warganegara berdasarkan ras. Hukum rasis yang menjadi alat untuk pemerasan dipaksakan dengan dalih yang menggelikan; untuk melindungi". Jelas bagi Ester itu semua sudah mengental dalam perjuangannya yang mengantarkannya menjadi salah satu penerima penghargaan Yap Thiam Hien Award.

 



Kembali ke penerima