Galeri
Mechandise

Urban Poor Consortium (UPC), Peraih Yap Thiam Hien Award 2000

Kaum Miskin Kota, Penerima Yap Thiam Hien Award 2000. (Foto: ist)


Thursday ,05 June 2014

Kategori : Artikel

Cuplikan kisah Urban Poor Consortium (UPC), peraih Yap Thiam Hien Award 2000, "Pengerak Kaum Miskin Kota" (8) : Membuka kebisuan publik. Itulah yang dilakukan UPC saat kelahirannya pada 1997. Pada akhir rezim Soeharto kondisi transisi penuh ketidakpastian dan baying-bayang kekerasan menjadi hantu menakutkan. Menurut Wardah, kebisuan adalah musuh utama untuk memperbaiki kebijakan public. Budaya bisu yang dibudayakan Orde Baru telah membuat sistem ekonomi, politik, dan budaya rusak. Di tangan UPC, kebijakan peminggiran terhadap kaum miskin kota menjadi senjata untuk mengkritik pemerintah.

Belajar dari Jelambar Baru, UPC mengembangkan kerja pembelaan terhadap kaum miskin kota melalui tiga strategi yaitu pengorganisasian, advokasi, dan penguatan jaringan. Pada tahap pengorganisasian di komunitas kaum miskin kota, UPC melakukan perlawanan kecil tapi menusuk. Di bidang medis, misalnya, UPC mengajak kaum miskin kota menggalakkan penggunaan jamu dan tananaman obat untuk mencegah sakit.

Gerakan ini merupakan bentuk perlawanan terhadap mahalnya biaya pengobatan di rumah sakit dan industry kesehatan. Menurut Wardah, kaum miskin dididik untuk mencegah sakit dengan biaya murah. Sebab jika mereka sakit dan menempuh jalur pengobatan medis modern, biayanya jelas tidak terjangkau. Di masa itu belum ada program jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin. (Sumber: 20 Tahun Wajah HAM Indonesia 1992-2011)


Berita lainnya


 


Kembali ke berita