Galeri
Mechandise

Kekerasan Terus Terjadi di Irak

Leadakan bom mobil di Iraq. (foto: ist)


Friday ,28 February 2014

Kategori : Berita

Serangan-serangan bom di sejumlah daerah di Baghdad utara telah menewaskan 12 orang. Ledakan bom sepeda-motor menewaskan sedikitnya 11 orang dan mencederai 35 lain di sebuah pasar di daerah Kota Sadr yang berpenduduk mayoritas Syiah. Sementara bom mobil di Kota Sadr juga menewaskan satu orang dan mencederai lima orang lainnya. 

Ibu kota Irak kini dilanda penembakan dan pemboman hampir setiap hari, termasuk serangan-serangan bom mobil. Serangan-serangan bom itu terjadi setelah kekerasan di Irak menewaskan 13 orang pada Rabu, kemarin. Sementara sepanjang bulan ini, kekerasan di Irak  telah menewaskan lebih dari 680 orang.Kekerasan di Irak telah mencapai tingkatan yang mengkhawatirkan sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa.

Sebanyak 1.013 orang -- 795 warga sipil, 122 prajurit dan 96 polisi-- tewas akibat kekerasan di negara itu pada Januari 2014, menurut data resmi yang dihimpun kementerian-kementerian kesehatan, dalam negeri dan pertahanan. Angka itu lebih rendah sedikit dengan data pada April 2008, dimana sebanyak 1.073 orang tewas. Saat itu, kekerasan telah melukai 2.024 orang -- 1.633 warga sipil, 238 prajurit dan 153 polisi.

Ketegangan di Irak tahun ini semakin memanas sejak gerilyawan terkait Al Qaida dan militan Sunni lain menguasai kota Falluja pada 1 Januari. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan khawatir atas kekerasan yang terus berlangsung dan mendesak para pemimpin Irak segera bertindak mengatasi hal itu.

Selain bermasalah dengan Kurdi, pemerintah Irak juga berselisih dengan kelompok Sunni. Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember 2011 mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni. (Redaksi)


Berita lainnya


 


Kembali ke berita