Galeri
Mechandise

Yosepha Alomang, Peraih Yap Thiam Hien Award 1999

Mama Yosepha, Penerima Yap Thiam Hien Award 1999. (foto: ist)


Wednesday ,26 February 2014

Kategori : Artikel

Cuplikan kisah Yosepha Alomang, peraih Yap Thiam Hien Award 1999, "Mutiara Hitam dari Mimika" (15--selesai) : Selama seminggu dikurung di dalam peti kemas berisi kotoran manusia, dituduh sebagai OPM, berkali-kali dijebloskan ke penjara, ditentang sanak keluarga, dan terakhir adalah kematian Kelly Kwalik, keponakan yang dikasihinya, adalah harga sangat mahal yang harus dibayar oleh Mama Yosepha dalam perjuangannya.

Menurut Mama Yosepha, Tuhan memberikan hidup manusia sejak lahir sudah dilandasi dengan HAM. Mama Yosepha berjanji akan terus memperjuangkan HAM hingga akhir hayatnya. Mama Yosepha melihat bahwa dari sekian banyak cobaan dan siksaan yang dideritanya saat berbicara tentang HAM, itu merupakan hikmah dari Tuhan.

“Mungkin ada pesan lain, saat Tuhan masih memberikan saya nafas kehidupan setelah saya keluar dari kontainer yang penuh kotoran manusia tahun 1994 lalu,” tuturnya.

Mama Yosepha mengatakan, ia mendapat banyak dukungan saat bersuara tentang HAM. “Saya punya anak, gereja, punya masyarakat Papua, punya teman-teman perempuan yang terus mendampingi saya. Bahkan saat saya berada di suatu tempat yang asing, ada saja yang mendampingi saya untuk berbicara tentang kebenaran,” ucapnya.

Mama Yosepha menilai pesan yang didapat saat ini adalah pesan dari Tuhan untuk terus memantau kondisi Papua. “Tuhan jaga saya, membuat saya kuat. Saya percaya Tuhan memberi kasihNya untuk saya bicara kebenaran. Tuhan bilang ‘ko’ kerja dulu, buat keselamatan untuk yang lain. Tapi jika suatu saat Tuhan berkehendak, Yosepha ‘ko’ berhenti bicara, ya saya juga harus mematuhi itu,” katanya sambil tersenyum.

Perjuangan yang dibayar mahal serta nilai hidup yang dikukuhi Mama Yosepha untuk terus bekerja bagi masyarakatnya, mengingatkan kita akan sebutir mutiara. Ya, Mama Yosepha adalah mutiara hitam dari Timika. (sumber: 20 Tahun Wajah HAM Indonesia 1992-2011)


Berita lainnya


 


Kembali ke berita