Galeri
Mechandise

Tempo Miliki Komitmen Dan Keberpihakan Terhadap HAM


Sunday ,16 December 2012

Kategori : Info & Edukasi HAM

Malam Penganugerahan Yap Thiam Hien Award 2012 di Auditorium BPPT, Jl. MH Thamrin No. 8, Jakarta, Kamis (13/12) malam berlangsung hikmat. Sebanyak 200 tamu undangan dari berbagai kalangan seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komnas Perempuan, Komisi Yudisial, Mahkamah Konstitusi, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), perguruan tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), para penggiat HAM dan media hadir.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh hadirin dan dilanjutkan dengan sambutan. Ketua Yayasan Yap Thiam Hien Todung Mulya Lubis mengatakan komitmen penegakan hak asasi manusia mulai dikalahkan oleh pertumbuhan ekonomi yang jadi primadona, sebagaimana terjadi di jaman Orde Baru. Hak asasi manusia mengalami tahun-tahun buruk dimana pelanggaran hak asasi manusia dilakukan dengan kasar dan brutal. "Kita pun mulai melihat tanda-tanda dimana hak asasi manusia mulai dipinggirkan,"ujar Todung.

 

Peminggiran hak asasi manusia di Indonesia sekarang, lanjut dia, tak hanya terjadi oleh pemerintah dan para politisi tetapi juga oleh sebagian anggota masyarakat yang merasa memonopoli kebenaran, masyarakat yang merasa bahwa negara ini harus tunduk pada hukum yang berlaku buat mayoritas rakyat. "Disinilah terjadi pelanggaran hak asasi manusia dalam bentuk omission dan commission, pembiaran dan pelanggaran, by default dan by design,"jelas Todung.

Pelanggaran hak asasi manusia yang jumlahnya semakin banyak ini ironisnya tertutupi oleh kisah keberhasilan Indonesia sebagai negara yang pertumbuhan ekonominya terbilang sangat mengesankan. Salah satu media yang sangat berani, konsisten dan tak pernah berhenti memberitakan kasus pelanggaran hak asasi manusia adalah Majalah Tempo.

 

Menurut Todung yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Tempo telah berada di garis depan dalam pemberitaan hak asasi manusia sepanjang sejarah terbitnya Tempo yang juga pernah dibredel oleh rejim Orde Baru. Tak satu pun berita pelanggaran hak asasi manusia yang luput dari pemberitaan Tempo, sehingga membuat rakyat mengetahui bahwa pelanggaran hak asasi manusia ternyata tak pernah berhenti.

"Buat saya yang bergelut dengan hak asasi manusia sejak muda, saya harus mengakui bahwa Tempo dalam dirinya memiliki komitmen, keberpihakan terhadap hak asasi manusia,"ungkap Todung. Inilah yang membuat berita Tempo lebih dari sekedar berita. Berita Tempo adalah catatan hak asasi manusia, catatan sejarah dan sekaligus ajakan untuk terus berjuang menegakkan hak asasi manusia yang belum tertegakkan.

Oleh karenanya Dewan Juri Yap Thiam Hien Award sepakat memilih Tempo sebagai penerima Anugerah Hak Asasi Manusia Yap Thiam Hien 2012, menyisihkan 16 nama lain yang dianggap layak masuk sebagai kandidat. "Yap Thiam Hien Award sudah menjadi acara tahunan ini adalah pengingat buat kita semua untuk meneguhkan komitmen menegakkan hak asasi manusia,"demikian Todung.

Selanjutnya Dewan Juri YTHA 2012 yang diwakili oleh Siti Musdah Mulia menyerahkan Anugerah Hak Asasi Manusia Yap Thiam Hien 2012 kepada Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Wahyu Muryadi.

 

Sebagai Pelecut

Dalam sambutannya Wahyu menyatakan bersyukur dan bergembira. Berkat kerja tim yang tak kenal lelah, majalah Tempo terpilih sebagai penerima Yap Thiam Hien Award 2012. "Penghargaan ini bagi kami seperti meneguhkan kembali dua hal yang sangat penting. Selain merupakan bentuk dukungan penuh dan apresiasi mendalam dari sebuah lembaga yang sangat berwibawa dalam penegakan hak asasi manusia, hal ini sekaligus menunjukkan bahwa sikap dan karya jurnalistik yang kami lakukan selama ini sudah berada di jalan yang benar,"kata Wahyu.

Melalui penghargaan dari Yayasan Yap Thiam Hien ini, lanjut Wahyu, diharapkan dapat memacu, memicu dan melecut Tempo untuk menghasilkan karya jurnalisme berkualitas prima. "Tanggungjawab moral ini tentu saja sangat berat kami pinggul. Apalagi Majalah Tempo menjadi media massa pertama yang menerima penghargaan ini, mengungguli 16 nominator lain,"ungkapnya.

Majalah Tempo bertekad tetap jalan terus dan konsisten melakukan liputan dan pengungkapan isu yang mereka pandang sesuai dengan misi mengapa Tempo ada dan harus tetap ada. "Kami tak pernah merasa keder, meski demi tugas luhur ini harus berhadapan dengan realitas pahit di lapangan yang mencibir karena merasa tertusuk�mungkin juga salahpaham�akibat pengungkapan kebenaran yang tak nyaman ini,"tegas Wahyu.

Apresiasi ini akan dijadikan cambuk agar Tempo terus berkomitmen menghasilkan karya jurnalistik kelas wahid. "Meski akan mengalami banyak rintangan, kami akan tetap mengupayakan misi mengungkap kebenaran yang sangat beresiko ini, sampai kapan pun,"tandas Wahyu.

Acara ditutup dengan pemutaran video profil Majalah Tempo sebagai peraih Anugerah Hak Asasi Manusia Yap Thiam Hien 2012.


Berita lainnya


 


Kembali ke berita